Langsung ke konten utama

Kegiatan Pembersihan Bibir Pantai Pulau Sangiang

Gambar 1. Pembersihan Pantai Rutin Petugas

Kegiatan Kebersihan Pantai di Pulau Sangiang terutama yang dilakukan oleh Petugas Resort Konservasi Wilayah Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Sangiang sedang terus dilakukan. Kegiatan tersebut kedepannya merupakan salah satu kegiatan rutin selain kegiatan lainnya seperti patroli wilayah, penyuluhan, inventarisai flora dan fauna serata kegiatan lainnya. 

Kegiatan kebersihan pantai sangat berdampak baik bukan hanya dari segi ekologi namun dari segi kesehatan lingkungan, sosial, dan budaya.  Dari segi ekologi salah satu manfaat yang khusunya terutama dalam pemeliharaan kondisi habitat tempat bertelur penyu. Sampah menjadi barier atau penghalang penyu mencari lubang untuk bertelur dan berpotensi menimbulkan luka pada induk penyu dengan keberadaan sampah yang semakin tinggi. Dengan semakin berkurangnya sampah akan menambah nilai estetik yang menyebabkan ketertarikan wisatawan untuk dapat menikmati panorama pantai pasir yang indah di Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Sangiang dan Perairannya. Oleh karena itu ayuk mari dukung kegiatan kebersihan bibir pantai agar dapat selalu dilakukan secara rutin dan melibatkan masryarakat dan lainnya dalam mendukung kebersihan bibir pantai di TWA Pulau Sangiang dan Perairannya. 

Kegiatan Pembersihan bibir pantai biasanya kami lakukan di Blok Tembuyung, Blok Waru, dan Blok Pasir Panjang. Pembersihan sampah terdiri dari sampah organik dan non organik. Sampah yang masih mempunyai nilai ekonomis dipisahkan dan dikumpulkan untuk selanjutnya sampah non organik dapat dijual secara langsung ke bank sampah. Untuk sampah organik merupakan sampah yang mudah terdekomposisi sehingga sampah tersebut dapat digunakan sebagai pupuk organik. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Pulau Sangiang

Berdasarkan catatan sejarah peristiwa yang pernah terjadi di Selat Sunda, perairan yang memisahkan Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa sebagian besar membahas peristiwa meletusnya Gunung Krakatau. Gunung Krakatau meletus pada tanggal 27 Agustus 1883. Dampak dari letusan tersebut menyebabkan desa desa yang berada di tepi pantai Selat Sunda hancur disapu oleh gelombang pasang yang dasyat.  Peristiwa penting mengenai Selat Sunda dimasa lalu ternyata bukan hanya milik Gunung Krakatau tetapi terdapat satu pulau yang berada sekitar 15km di sebelah barat Pelabuhan Merak. Pulau tersebut adalah Pulau Sangiang. Luas pulau sangiang memiliki luas 700,35ha. Pulau Sangiang mempunyai letak yang cukup strategis yaitu berada di tengah Selat Sunda sehingga oleh Belanda pada waktu itu dinamakan sebagai Pulau Dwars in den Weg Ehand yang artinya pulau melintang di tengah jalan.  Penamaan Pulau sangiang oleh belanda dengan sebutan pulau melintang dikarenakan pulau tersebut secara geografis tepat bera...

Lokasi Pos Jaga dan Tiket TWA Pulau Sangiang

Lokasi Kantor Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Sangiang dan Perairannya yang merupakan Resort pada Seksi Konservasi Wilayah I Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat UPT Kementerian Kehutanan berada di Legon Tembuyung Pulau Sangiang. Dari pelabuah Paku dapat ditempuh kurang lebih satu jam perjalanan. Saat memasuki Kantor Jaga TWA terdapat juga tiga bangunan berupa Pos Jaga, Pos Tiket Masuk, dan Rumah Perawatan Tukik.  Pos Jaga Polisi Kehutanan menjorok ke bagian barat dalam. Pos Tiket tepat dibelakang gapura pintu masuk Dermaga Tembuyung. Rumah Tukik (Anak Penyu) tepat berada disamping Pos Tiket. Pengunjung dapat melihat kondisi tukik dalam proses rehabilitasi kalau masih terdapat tukik yang direhabilitasi.